Home
Selasa, 24/11/2020 - 13:26:53 WIB
DPR RI Desak Polisi Usut Tuntas Lazada dan Tokopedia Jual Bong Identik Buat Nyabu dan Senpi
Selasa, 24/11/2020 - 11:55:27 WIB
Ketua KPK Sindir Anies Unggah Foto Baca Buku How Democracies Die
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:54 WIB
Tembus Setengah Juta, RI Jadi Negara dengan Kasus COVID-19 Terbanyak se-ASEAN
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:33 WIB
Salah Satu Pemain Terpapar Covid-19, Drama Jisoo BLACKPINK Tunda Syuting
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:30 WIB
Satpol PP Bantah Penurunan Baliho Habib Rizieq Dihalangi FPI
Senin, 23/11/2020 - 19:10:16 WIB
Tersangka Teror Lempar Batu di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditangkap Polisi
Senin, 23/11/2020 - 18:42:15 WIB
Ada JK Dibalik Anies Baswedan?
Senin, 23/11/2020 - 11:21:10 WIB
Pengamat: Mungkin Anies Takut Politik Indonesia Kembali Ke Otoritarianisme
Senin, 23/11/2020 - 11:20:13 WIB
Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Polresta Pekanbaru Tangkap Seorang Oknum Polisi
Senin, 23/11/2020 - 11:20:09 WIB
Jokowi: Waspada Strategi Gas Dan Rem!
Minggu, 22/11/2020 - 21:15:50 WIB
Rumah Rizieq Shihab Didatangi Polisi dan TNI, Untuk Dilakukan Tes Swab, FPI: Kami Tolak
Minggu, 22/11/2020 - 18:51:13 WIB
Tagar Dudung Baliho Menggema di Media Sosial
 
Rapor Merah Penanganan Covid-19 Jokowi-Maaruf
Gatot Nurmantyo Beri Rapor Merah Penanganan Covid-19 Jokowi-Maaruf

Rabu, 21/10/2020 - 18:59:21 WIB

Politikriau.com - Penambahan kasus positif corona di Indonesia setiap hari masih tinggi. Kini kasus positif corona di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. 


Mantan Panglima TNI yang juga  Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo  memberi rapor merah bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam penanganan Covid-19. 


Padahal, dirinya sudah memperingatkan Presiden Joko Widodo  atau Jokowi ihwal potensi ancaman senjata biologis dan epidemi sejak tahun 2017. Saat itu, Gatot masih menjabat sebagai Panglima TNI.


“Terjadinya [epidemi] 2019 sampai akhir 2020 dan penanganan pada bulan-bulan pertama itu golden time ini tidak dilakukan, bahkan pada bulan kedua kita masih belum tanggap malah mendatangkan turis,” kata Gatot dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (20/10/2020) malam, di TV ONE, seperti dilansir dari bisnis.com


Akibatnya, menurut dia, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada Oktober 2020 sudah mencapai di angka 350 ribu penduduk. Dengan kata lain, jumlah kasus positif itu terbanyak di kawasan Asia Tenggara.


 


“Sedangkan tes Covid-19 di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 0,88 persen dari total penduduk artinya sekitar 88 orang per 1000 orang penduduk ini sebaga angka [kemampuan tes] terendah di dunia,” ujarnya.


Di sisi lain, dia juga menyoroti ihwal komitmen pemerintah dalam hal anggaran penanganan Covid-19. Dia membeberkan anggaran untuk penanganan Covid-19 hanya sebesar 12 Persen. Sedangkan, anggaran untuk stimulus dunia usaha mencapai 24 persen.


Indonesia mencatat 11.151 pasien meninggal dunia selama 7 bulan perang melawan pandemi Covid-19. Jumlah itu menempatkan negara ini pada urutan ketiga di Asia.


Berdasarkan data dari Worldometers, Senin (5/10/2020) Indonesia kalah dari Iran dengan selisih lebih dari 2 kali lipat. Pada urutan pertama ada India yang mencatat total kematian pasien Covid-19 hampir 10 kali lipat dari Indonesia.


Adapun, Indonesia dalam situs tersebut unggul dalam kasus kematian akibat Covid-19 dari Irak, Turki, Pakistan, Filipina, Bangladesh, dan Arab Saudi. Padahal, seluruh negara ini melaporkan kasus positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.


Tingkat kematian memang menjadi satu permasalahan. Berulang kali, baik Presiden dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan pentingnya meningkatkan perawatan pasien untuk menekan angka kematian.


Mengacu pada data tersebut, tingkat kematian di Indonesia per 4 Oktober 2020 sebesar 3,67 persen.


Angka ini dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata negara di Asia, yakni 1,82 persen.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020