Home
Selasa, 24/11/2020 - 11:55:27 WIB
Ketua KPK Sindir Anies Unggah Foto Baca Buku How Democracies Die
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:54 WIB
Tembus Setengah Juta, RI Jadi Negara dengan Kasus COVID-19 Terbanyak se-ASEAN
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:33 WIB
Salah Satu Pemain Terpapar Covid-19, Drama Jisoo BLACKPINK Tunda Syuting
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:30 WIB
Satpol PP Bantah Penurunan Baliho Habib Rizieq Dihalangi FPI
Senin, 23/11/2020 - 19:10:16 WIB
Tersangka Teror Lempar Batu di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditangkap Polisi
Senin, 23/11/2020 - 18:42:15 WIB
Ada JK Dibalik Anies Baswedan?
Senin, 23/11/2020 - 11:21:10 WIB
Pengamat: Mungkin Anies Takut Politik Indonesia Kembali Ke Otoritarianisme
Senin, 23/11/2020 - 11:20:13 WIB
Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Polresta Pekanbaru Tangkap Seorang Oknum Polisi
Senin, 23/11/2020 - 11:20:09 WIB
Jokowi: Waspada Strategi Gas Dan Rem!
Minggu, 22/11/2020 - 21:15:50 WIB
Rumah Rizieq Shihab Didatangi Polisi dan TNI, Untuk Dilakukan Tes Swab, FPI: Kami Tolak
Minggu, 22/11/2020 - 18:51:13 WIB
Tagar Dudung Baliho Menggema di Media Sosial
Minggu, 22/11/2020 - 10:51:20 WIB
Ibu di Pekanbaru Tewas Usai Dijambret dan Jatuh dari Motor
 
Guntur Romli Hingga Sukmawati
Mujahid 212 ini Tanggapi Gus Nur Ditangkap, Singgung Ade Armando, Guntur Romli Hingga Sukmawati

Minggu, 25/10/2020 - 13:17:08 WIB

Politikriau.com - Mujahid 212, Damai Hari Lubis menanggapi tentang penangkapan Sugi Nur Raharja atau yang dikenal dengan panggilan Gus Nur karena dianggap melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Dilansir dari Rmol.id, Ahad, 25 Oktober 2020, dia menilai jika penegakan hukum di Indonesia dinilai semakin tidak berkeadilan di bawah pemerintahan Joko Widodo. Ini lantaran semakin banyaknya orang-orang kritis yang ditangkapi.


"Masyarakat merasakan sangat tidak berkeadilan dan tidak berkepastian hukum," ujar ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) itu.


Baca juga: Viral, Seorang Anak Hampir Tenggelam Gara-gara Ibunya Sibuk Main HP, Netizen Langsung Emosi


Damai pun membandingkan ketimpangan hukum yang terjadi di rezim saat ini. Di mana, banyak sosok yang pro terhadap rezim saat ini telah melakukan dugaan penistaan kitab suci Alquran dan Nabi Muhammad SAW tak kunjung ditangkap.


"Bila dikomparasi dengan penanganan laporan terhadap penghina ulama dan penista kitab suci Alquran dan Nabi Muhammad Rasulullulah, ujar kebencian terhadap kelompok atau golongan yang dilakukan oleh Sukmawati, Abu Janda, Ade Armando, Deni Siregar, Guntur Romli, Budi Djarot, bahkan salah satunya Ade Armando sudah mendapatkan status tersangka sejak 3 tahun yang lalu, hingga kini belum ditahan dan tidak jelas proses  hukumnya," jelasnya.


Ada juga, sambungnya, dugaan pemalsuan Ijazah oleh Sukmawati yang keputusan hukumnya belum jelas. Bahkan Ade Armando yang sudah berstatus tersangka sejak 3 tahun yang lalu belum tuntas.


Baca juga: Tindak Pelaku yang Bermain Layang-layang di KKOP, Pelaku Bisa Didenda Rp 1 Miliar


"Jika dikomparasi, tidak adil aparatur yang berwenang. Sampai kapan?" kata dia lagi.


Baginya, kasus Gus Nur juga baru sekadar tuduhan. Tapi yang bersangkutan mendapat perlakuan berbeda. Gus Nur langsung ditangkap oleh aparat kepolisian. Sementara nama-nama yang dia sebutkan hingga saat ini tidak pernah diseret ke jeruji besi.


"Sama-sama baru tuduhan atau sangkaan namun yang sudah tersangka 3 tahun tidak ditahan, kan lucu. Bahkan Ade Armando ada sekitaran 5 laporan dengan beda kasus pidana yang dilakukannya. Namun baru 1 kasus laporan polisi yang menjadi tersangka," tandas Damai.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020