Home
Jumat, 22/01/2021 - 12:25:21 WIB

Jumat, 22/01/2021 - 11:56:44 WIB
Putra Mahkota MBS Didesak Bebaskan Ulama Terkemuka Saudi dari Penjara
Jumat, 22/01/2021 - 00:39:59 WIB
Jumlah Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk September Tahun 2020 Berjumlah 270,20 Juta Jiwa
Kamis, 21/01/2021 - 21:06:57 WIB
Gempa Kuat dengan Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara
Kamis, 21/01/2021 - 19:36:57 WIB
Berupaya Kabur dan Lawan Petugas, Pengedar Sabu Tewas Ditembak Polisi
Kamis, 21/01/2021 - 12:08:54 WIB
Sejumlah Tenaga Kesehatan Alami Efek Samping Pasca Vaksinasi
Kamis, 21/01/2021 - 12:08:42 WIB
Dugaan Korupsi Jembatan Waterfront City, KPK Periksa Jefry Noer, Ahmad Fikri dan Indra Pomi
Kamis, 21/01/2021 - 05:57:13 WIB
Joe Biden Resmi Jadi Presiden ke-46 AS, Ini Bunyi Pidato Pertamanya
Kamis, 21/01/2021 - 05:56:23 WIB
Ribuan Warga Israel Terinfeksi COVID-19 Meski Sudah Disuntik Vaksin Pfizer
Rabu, 20/01/2021 - 20:34:09 WIB
Merasa Dirugikan Ratusan Juta, Anggota Koperasi Mandiri Gugat Pengurus Serta 4 Komponen Lainnya
Rabu, 20/01/2021 - 19:27:43 WIB
Dugaan Korupsi Retribusi Sampah di Pekanbaru Diusut Kejari, Siapa Pelakunya?
Rabu, 20/01/2021 - 19:08:00 WIB
Pelaku Penyiraman Air Keras di Pekanbaru Dibayar Rp 8 Juta, Aktornyap Diduga Berada di Lapas
 
Tantangan Bagi Biden
Kim Jong Un Sebut Korea Utara Harus Fokus Tumbangkan Amerika Serikat

Sabtu, 09/01/2021 - 11:42:11 WIB

Politikriau.com Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah 'musuh terbesar' bagi negaranya, tidak peduli siapa pun yang akan berkuasa.


Deklarasi tersebut dikeluarkan kurang dari dua minggu sebelum pelantikan presiden AS yang baru.


"Korea Utara harus fokus dan berkembang untuk menumbangkan AS, rintangan terbesar bagi revolusi kita dan musuh terbesar kita," kata Kim pada kongres lima tahunan Partai Buruh Korea, seperti dikutip AFP dari kantor berita resmi KCNA pada Sabtu (9/1).


Kim juga berjanji untuk memperluas persenjataan senjata nuklir Korea Utara dan potensi militer. Dia juga mengatakan bahwa rencana untuk membuat kapal selam nuklir hampir selesai.


"Tidak peduli siapa yang berkuasa, sifat sebenarnya dari kebijakannya terhadap Korea Utara tidak akan pernah berubah," katanya, tanpa menyebut nama Biden,


Komentar tersebut dinilai oleh para analis sebagai deklarasi pembangkangan yang ditujukan pada pemerintahan baru AS yang akan dipimpin oleh Biden pada 20 Januari mendatang.


Pergantian kepemimpinan di Washington disebut akan menghadirkan tantangan bagi Pyongyang, yang sebelumnya menyebut Biden sebagai 'anjing gila', sementara Biden mencirikan Kim sebagai 'preman' selama debat presiden.


Kim menikmati hubungan yang hangat dengan Presiden AS Donald Trump yang akan keluar, bahkan jika sedikit kemajuan konkret yang dibuat dalam negosiasi program nuklir Korea Utara, seperti yang dilaporkan BBC.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020