Ketua Harian LAMR : HMMR harus Dapat Melestarikan Budaya Melayu

Pemprov Riau Melantik Pengurus HMMR 2021- 2026

Politikriau.com PEKANBARU Asisten I Sekretariat Provinsi Riau   Jenri Salmon Ginting resmi melantik kepengurusan Himpunan Mahasiswa Melayu Riau ( HMMR) periode 2021 - 2026, ketua DPH terpilih Sabrul Khoir. Mengangkat tema " Mewujudkan Mahasiswa Melayu sebagai Ujung Tombak Pelestari Adat Istiadat Budaya Melayu Riau, " Bertempat Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro No. 39 Pekanbaru, Selasa (27/04/2021)

 

Pelantikan ini juga hadir Ketua Harian LAMR Syahril Abu Bakar, Karo Administrasi Pimpinan ( Adpim ) Provinsi Riau Al Zuhra, Kadis Kebudayaan Yoserizal, Ketua DPM HMMR, Raih Hari Praja, Ketua DPH HMMR, Sabrul Khoir dan anggota HMMR serta para tamu undangan. 

 

Jenri Salmon Ginting mengajak Himpunan Mahasiswa Melayu Riau untuk bersinergi dan membangkitkan kebersamaan agar meningkatkan eksistensi keberadaan adat budaya melayu Riau di masa mendatang.

 

"Mari kita bersinergi dalam mewujudkan pembangunan masyarakat melayu yang bermarwah, bermartabat dengan jati diri yang kuat,"



"Melayu payung adat negeri kita, bahwa mahasiswa itu membudayakan melayu dan menjadikan Sumber Daya Manusia ( SDM ), Potensi yang harus dikembangkan sebab kedepan bahwa potensi dalam pekerjaan, harus ada ilmu dan kemampuan skill, untuk itu kita berharap putera-puteri terbaik kita, dapat bersaing secara transparan dan memiliki kompetensi dalam ilmunya masing masing ". Ujar ginting

 

Selanjutnya, Jenri mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi Riau akan siap mendukung dan mensukseskan kegiatan mahasiswa melayu Riau dalam memperjuangkan dalam mengangkat jati diri adat istiadat serta kebudayaan melayu Riau baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

"Pemprov Riau,  siap mendukung agar jati diri dan adat istiadat Riau agar lebih dikenal, untuk itu mari kita bekerja sama untuk provinsi Riau kedepan agar adat budaya melayu dapat kita tegakkan di bumi lancang kuning ini," tegasnya.

 

Ia mengharapkan agar nilai budaya Melayu yang ada saat ini jangan sampai berubah meskipun telah eksis dan terkenal dikalangan masyarakat yang ada di seluruh Indonesia bahkan di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan sebagainya.

 

Meski kemajuan semakin pesat dan semakin eksis, pihaknya ingin nilai budaya melayu Riau jangan sampai bergeser karena ini merupakan budaya dan adat istiadatnya orang melayu di bumi lancang kuning.

 

"Semoga dengan adanya sinergi kita dengan semua pihak, budaya melayu Riau bisa lebih dikenal semua daerah baik di indonesia maupun negara-negara lainnya,".

 

Harapan Ketua Harian LAMR, Syahril Abu Bakar,  HMMR ini segera 

menyusun program ke depan, membangun solidaritas , bersimpati, Kita tidak usah membicarakan puak puak mana, ini mahasiswa riau, Punya tanggung jawab besar terhadap negeri ini kedepan, Mereka harus mempersiapkan  diri dengan program program untuk meningkatkan kompetensi, Ketika mereka masuk ke dunia kerja dan usaha mereka sudah siap, secara fisik, mental, Menguasai teknologi terkini mereka juga menguasai adat istiadat, dan ini merupakan sayap dari LAMR, karena sudah lima puluh tahun LAMR  baru hari ini dapat terwujud berdirinya HMMR, ujar Syahril

 

 

Ketua Harian LAMR, Syahril Abu Bakar juga menjelaskan " Menghimpun anak anak kita generasi muda, Saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi sebagai mahasiswa, Tentu beliau ini asset kita kedepan, Untuk menjadi pemimpin di negeri kita ini dan negara yang kita cintai"

 

Mereka dari awal harus memahami dan dibekali adat budaya melayu, karena kedepan tantangan bertambah berat, jadi identitas melayu itu kita tanamkan sedini mungkin, Artinya mereka sebagai intelektual, Nanti kedepan mungkin mereka yang memimpin negeri ini.

 

Setelah dilantik, Ketua DPH HMMR, Sabrul Khoir, menjelaskan ke awak media, " Hal-hal yang melatarbelakangi didirikannya himpunan mahasiswa Melayu Riau. Pertama Yaitu faktor globalisasi yang semakin hari tidak menentu dan tidak tersaring lagi. Yang berdampak pada perubahan nilai-nilai adat istiadat pada anak muda, terutama pada kaum mahasiswa yang intelektual. Maka dari itu perlu kita hadirkan suatu wadah baru untuk menjembatani antara generasi ketua dengan anak muda, sehingga nilai luhur adat bisa tidak hilang ".

 

Dan untuk faktor kedua yang melatar belakangi berdirinya himpunan mahasiswa Melayu Riau adalah faktor perencanaan masa depan, yang sangat kompleks permasalahannya. Disamping dengan adanya persaingan yang sangat tinggi. Maka mahasiswa sebagai generasi muda harus memiliki pengetahuan, kecakapan, dan tentu saja tidak hanya kecakapan secara intelektual, tetapi juga harus secara sikap, komitmen dan mental. Ujar Sabrul

 

Lanjutnya " ketiga adalah ke depan juga disamping kita harus memiliki pengetahuan dan teknologi, kita juga harus tetap berada pada nilai-nilai adat dan istiadat, jati diri orang Melayu, sehingga diperlukan wadah untuk kita bersatu, bersimpati dan membangun sinergitas antara generasi muda Melayu maupun mahasiswa Melayu untuk dapat saling menghargai, menghormati dan mendukung setiap upaya-upaya sepesipis dalam rangka kita memajukan masyarakat Melayu ". terangnya kembali

 

Ketua DPH HMMR,  berharap" Dengan berdirinya dan dilantik himpunan mahasiswa Melayu Riau ini, kita dapat kedepannya dapat membantu dan berguna dan bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di dalam elemen masyarakat Riau". (ps)