Warganet: Sangat Tidak Pantas, Ini Bukan Lagi Toleransi

Paduan Suara di Masjid Istiqlal, Warganet: Sangat Tidak Pantas, Ini Bukan Lagi Toleransi

Politikriau.com JAKARTA -- Video paduan suara yang digelar di Masjid Istiqlal Jakarta beredar di media sosial. Video berdurasi 2 menit 20 detik itu pun sontak menghebohkan Umat Islam di Tanah Air.
 
Video tersebut juga diunggah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melalui akun Instagram pribadinya, @arizapatria.

''Ini dia penampilan spesial dari jktyouthchoir yang kedua. Senandung asmaul husna ini syahdu banget, ya,'' tulis Ahmad Riza Patria, dikutip Beritahits.id.

Riza menjelaskan bahwa penampilan paduan suara itu untuk memeriahkan momen lebaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berkolaborasi dengan Jakarta Youth Choir menampilkan lagu Idulfitri dan Asmaul Husna.

''Untuk memeriahkan lebaran dan liburan kita, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Jakarta Youth Choir menyuguhkan penampilan spesial lagu Idulfitri dan Asmaul Husna,'' lanjutnya.

Dalam video tersebut, kelompok paduan suara itu terlihat memakai pakaian berwarna putih. Sebagian penyanyinya tidak memakai jilbab.

Akan tetapi, video unggahan tersebut justru menuai kritik dari warganet. Beberapa di antara mereka menyebutkan bahwa hal tersebut tidak layak dilakukan dalam masjid.

Selain itu, ada pula yang ikut menyoroti soal artikulasi yang diucapkan oleh para penyanyi.

Warganet meminta Ahmad Riza Patria dapat menghapus video tersebut.

''Sangat tidak pantas. Mohon hapus postingan ini,'' balas akun yan******.
 
''Aneh, tidak patut,'' timpal akun ram****.

''Ini nggak pantes pak Wagub,'' komentar akun hen******.

''Ini bukan lagi toleransi tapi kolaborasi, nggak jelas banget,'' ujar warganet lain.
 
Kenapa dibiarkan?

Habib Abubakar Assegaf turut menyesalkan digelarnya paduan suara dalam rumah Allah tersebut. Habib Abubakar Assegaf juga menyinggung sosok pimpinan kelompok paduan suara di Masjid Istiqlal tersebut melalui akun Twitter-nya, Ahad (16/5/2021).

''Dapat kabar bahwa: Pimpinan ‘paduan suara’ di Masjid Istiqlal dalam video ini adalah Septo Adi Kristianto, non-muslim, Choir Director Gereja Bethel Indonesia,'' tulis Habib Abu Bakar Assegaf, dikutip pikiranrakyat.com dari akun Twitter @abubakarsegaf, Senin 17 Mei 2021.

''Siapa yang izinkan mereka? Kenapa pengurus Masjid Istiqlal biarkan? @DewanMasjid @MUIPusat?'' ujarnya.

Dalam unggahannya yang lain, Habib Abu Bakar Assegaf juga meminta adanya penjelasan soal kegiatan kelompok paduan suara di dalam Masjid Istiqlal itu.

''Cc: Menag @YaqutCQoumas @DPR_RI Gubernur DKI @aniesbaswedan Wagub DKI @ArizaPatria, mohon penjelasan, karena ini meresahkan kami umat Islam Indonesia,'' tulis Habib Abu Bakar Assegaf.***

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta juga menyesalkan digelarnya paduan suara dalam Masjid Istiqlal Jakarta.

Dikutip dari Republika.co.id, Ketua DMI Jakarta, Ma'mun Al-Ayyubi, menegaskan, masjid merupakan rumah Allah SWT yang dimuliakan, sehingga tidak patut dijadikan tempat digelarnya paduan suara.

Apa lagi, penyanyi grup paduan suara tersebut terdiri atas laki-laki dan perempuan serta sebagian penyanyi wanitanya tidak menggunakan jilbab.

''Masjid adalah rumah Allah, tempat suci dan dimuliakan. Kalau memang kenyataannya seperti itu, kami sangat menyesalkan dan busananya tidak sesuai dengan syariat Islam,'' kata Ma'mun.

Apakah DMI Jakarta akan meminta penjelasan dari pihak Masjid Istiqlal dan grup paduan suara? Ma'mun mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan, karena Masjid Istiqlal merupakan masjid nasional dan di bawah kewenangan DMI Pusat.

Pihak Masjid Istiqlal belum memberikan jawaban terkait hal itu. Republika.co.id sudah mencoba menghubungi melalui sambungan telepon dan Whatsapp.***