Warga Sei Batang Temukan Mayat Anak

Geger, Warga Sei Batang Temukan Mayat Anak Kecil Penuh Luka Bacokan

Politikriau.com BENGKALIS - Warga Desa Sei Batang dikejutkan dengan adanya penemuan mayat seorang anak kecil, Kamis (17/6/2021). Mayat yang kemudian diketahui bernama Riswandi (12) tersebut ditemukan di perkebunan dengan kondisi tubuh penuh luka bacokan.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Samsul Bahri (41) yang beralamat di Jalan Parit Mesjid Desa Sei Batang. Kepada wartawan, Samsul Bahri mengatakan jika Kamis pagi dirinya berencana ingin membersihkan kebun di Jalan  Nasib Baru Desa Sei Batang. Dalam perjalanan, sekitar 200 meter dari rumahnya, Samsul Bahri mengurangi laju kendaraannya karena melihat ada sendal di jalan. Ia  berpikir kalau  sendal itu milik anaknya.

“Begitu saya pelankan kendaraan, tak jauh dari sendal dekat semak-semak nampak mayat,” kata Samsul.

Tak berani mendekat, Samsul langsung memberitahukan temuannya tersebut ke masyarakat lainnya. Selanjutnya, secara bersama-sama termasuk RT Muhammad Rais, mereka menuju TKP untuk memastikan. Setelah dilihat dari dekat, ternyata memang dipastikan sosok mayat tersebut, seorang anak laki- laki berbaju kaos warna coklat dan celana training. Kondisinya sangat memprihatinkan, penuh luka bacokan.

Samsul mengatakan,  saat pertama kali ditemukan mereka tidak tahu kalau anak tersebut merupakan warga desa sebelah, Ketam Putih. “Kalau sekarang kita  dah tahu, ternyata dia (korban,red) kawan anak saya juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ketam Putih, Suhaimi saat dikonfirmasi membenarkan ada warganya yang meninggal karena dibunuh. “Namanya Riswandi, ditemukan pagi tadi di Desa Sei Batang,” ujarnya.

Dikatakan, malam sebelum ditemukan warga, Riswandi seperti biasa diantar oleh sepupunya ke rumah ustaz belajar mengaji. Riswandi hanya diantar sampai di pinggir jalan, lalu sepupunya pulang. Namun, saat dijemput usai mengaji, Riswandi tidak ada. Menurut pengakuan ustaz sebagaimana disampaikan oleh Suhaimi, pada malam itu Riswandi tidak ikut belajar ngaji.

Kamis pagi dirinya dapat informasi kalau di desa Sei Batang, ditemukan sosok mayat laki-laki. Kades mengatakan, setelah dicek oleh orang tua korban, ternyata  yang mayat tersebut merupakan anaknya yang hilang. “Kalau dikira-kira, jarak antara  tempat ngaji dengan lokasi penemuan mayat tu lebih 1 KM. Jadi memang ada yang membawa dan membuangnya ke sana,” kata Suhaimi.