1.205 Orang Meninggal Hari

Pecah Rekor, 1.205 Orang Meninggal Hari Ini Akibat Corona

POLITIKRIAU.COM - Positif Covid-19 harian per Jumat (16/7) bertambah 54.000 kasus. Jumlah total yang terpapar virus Corona mencapai 2.780.803 orang.

"Bertambah 54.000 kasus, totalnya menjadi 2.780.803," demikian dikutip dari data Satgas Covid-19, Jumat (16/7).

Selain itu, kasus sembuh harian bertambah 28.079 orang, sehingga totalnya mencapai 2.204.491 kesembuhan.

Sementara, kasus kematian bertambah 1.205 jiwa, yang membuat angka kumulatif kasusnya mencapai 71.397 orang.

BACA JUGA
Ada Positif Corona, Warga 2 Desa di Singingi Hilir Kuansing Akan Lakukan Tes Swab Massal
Dari 125 Kasus Positif Corona, 109 Pasien Sudah Sembuh di Riau
Positif Corona 3 dari Kuansing, 1 Inhil, 1 Bengkalis, Total di Riau jadi 125 Kasus
MENARIK UNTUK ANDA
Mgid
Mgid

Lihat! Ternyata Inilah Musuh Terbesar Diabetes!

Wanita 42 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur

Tak Perlu Laser jika Mata Mulai Kabur! Ternyata Cukup Lakukan Ini
Angka kematian harian itu menjadi rekor tertinggi di Indonesia sejauh ini. Sebelumnya, rekor harian tercipta pada 7 Juli dengan 1.040 orang meninggal.

Satgas juga menyebut ada 504.915 kasus aktif harian, dengan angka suspek 226.551 orang. Di samping itu, ada pemeriksaan 258.532 spesimen.

Sehari sebelumnya, per Kamis (15/7), kasus virus Corona mencapai 2.726.803 orang, dengan 2.176.412 di antaranya dinyatakan sembuh dan 70.192 meninggal.

Beberapa pekan terakhir, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami lonjakan dengan sejumlah rekor baru usai libur lebaran dan penyebaran varian Delta.

Selain rekor kasus kematian harian, rekor penambahan kasus Covid-19 harian terjadi pada Jumat (16/7) dengan 56.757 kasus baru.

Dari total kasus-kasus tersebut, menurut catatan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per 12 Juli, 63 dokter di antaranya meninggal dunia akibat Virus Corona sepanjang bulan ini.

Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang sempat mencatat kasus kematian dokter di bawah 10 orang, pada April-Mei 2021.

Selain itu, adapula kasus kelangkaan oksigen yang memicu antrean panjang di pusat penjualannya serta sejumlah kasus kematian pasien di RS; lonjakan harga obat yang diklaim bisa untuk terapi Covid-19; hingga tingkat keterisian rumah sakit yang nyaris 100 persen.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi mengungkapkan kondisi fasilitas kesehatan (faskes) ini sudah berada di fase kolaps secara fungsi alias functional collapse.

"Kondisi sekarang cukup mengkhawatirkan. Kita dihadapkan pada kondisi yang functional collapse, bukan structural collapse ya, karena IGD-nya masih ada, bisa dibuat tenda, bisa tambah tempat tidur. Tapi secara functional collapse," kata Adib dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube PERSI, Jumat (16/7)

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membantah kondisi rumah sakit rujukan di sejumlah daerah Indonesia kolaps akibat tak sanggup menghadapi lonjakan pasien Covid-19.

"Kalau fasilitas kesehatan kolaps, tidak ya," klaimnya, Senin (5/7).