Pecatan Polisi Polda Riau Ditangkap

Dor! Pecatan Polisi Polda Riau Ditangkap karena Edarkan Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat Pekanbaru

Politikriau.com PEKANBARU - Seorang pria yang merupakan pecatan polisi berinisial MR alias Reza, ditangkap tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.
Pria pecatan polisi yang sebelumnya sempat berdinas di Polda Riau ini, ditangkap karena terlibat peredaran narkotika jenis sabu.
Pria pecatan polisi itu ditangkap pada Rabu (21/7/2021) lalu.
Selain dirinya, 2 orang pelaku lainnya ikut diamankan.
Mereka adalah AS dan APP.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian menerangkan, MR dipecat dari anggota Polri pada bulan Mei 2021.
"Pelaku pecatan anggota Polri Polda Riau pada bulan Mei 2021 lalu dengan kasus disersi.
Pelaku ini sudah sering mengedarkan sabu di kawasan Pangeran Hidayat," kata Victor, saat ekspos kasus, Kamis (29/7/2021).
Pengungkapan ini disebutkannya, berawal dari informasi masyarakat terkait transaksi narkoba yang terjadi di sekitar Jalan Pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru.
Dari informasi itu, tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, melakukan penyelidikan.
Alhasil, petugas lalu melakukan penggerebekan di salah satu rumah yang berada di Pangeran Hidayat tersebut.
Di dalam rumah itu, petugas menangkap MR dan seorang lagi berinisial AS.
Petugas juga menyita barang bukti bungkusan plastik bening yang merupakan paket berisi sabu.
Total sabu yang disita berjumlah 75 gram.
Ketika penangkapan, pelaku MR sempat berupaya melarikan diri.
Petugas pun terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak salah satu kaki MR guna melumpuhkannya.
Dari penelusuran petugas, MR dan AS ternyata merupakan pengedar di wilayah Pangeran Hidayat.
Selanjutnya tim melakukan pengembangan terhadap pemilik barang haram itu, yang diketahui berinisial APP.
Tak butuh waktu lama, APP akhirnya juga berhasil diamankan di salah satu perumahan di Kecamatan Payung sekaki.
Dari pengakuan APP, dia diperintahkan oleh NOV yang saat ini bersatus DPO, untuk mengantar barang ke pelaku MR.
Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.
Musnahkan Barang Bukti Narkoba
Selain ekspos pengungkapan kasus, Polda Riau juga menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika hasil sitaan saat melakukan operasi penangkapan.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan yaitu 145,58 kilogram sabu dan 3.975 butir pil ekstasi.
Narkotika ini didapatkan dari penangkapan total terhadap 13 orang tersangka.
“Operasi ini dilakukan dari bulan Juni 2021, narkoba ini rencananya akan diedarkan di wilayah Riau, tersangka ada berperan sebagai pengendali dan kurir,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian.
Para tersangka yang ditangkap dirincikannya, masing-masing berinisial BW, RA, SU, TO, JO, MA, WI, AR, RP, ARJ, HB, RA dan AM.
Dijabarkan Victor, para tersangka ini dalam aksinya memiliki peran yang berbeda-beda.
"Ada yang sebagai pengendali serta kurir. Barang haram ini kami musnahkan dengan mesin incinerator di Mapolda Riau," ucapnya.
Sebelumnya, Polda Riau berhasil mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional dengan barang bukti 108 kilogram.
Ada juga beberapa kasus yang diungkap Polres Dumai, dengan barang bukti 16,89 kilogram dan Polres Bengkalis dengan barang bukti 18,79 kilogram.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com