Pria di Meranti Riau Diamankan Polisi

Perkosa Adik Ipar, Pria di Meranti Riau Diamankan Polisi

Politikriau.com – Jajaran Polres Kepulauan Meranti berhasil menangkap seorang pria dengan inisial ZI (34), atas dugaan kasus perkosaan. Polisi menangkap pria asal Desa Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, itu untuk kasus dugaan pencabulan atau perkosa adik ipar sendiri.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, membenarkan penangkapan tersangka. Dia mengatakan, aksi nekat ZI itu terjadi pada pertengahan bulan lalu (23/7/2021).

“Saat kejadian, suami dan mertua korban tidak berada di rumah. Mereka pergi memotong karet. Sementara di rumah, hanya ada pelaku dan korban bersama anaknya yang masih kecil,” ungkap Kapolres.
Masih kata Kapolres, saat peristiwa terjadi, korban mengaku sedang menjaga anaknya, sembari nonton televisi. Sementara pelaku berada di ruang tamu.
Tidak lama kemudian, pelaku datang mendekati korban lalu mencekik menggunakan tangan kiri. Pelaku meminta korban agar korban melayani nafsu dan melakukan hubungan layaknya suami-istri.

MENARIK UNTUK ANDA





Ribuan Orang Antri Beli Replika ROLEX Yang Diskon 90%

Rolex Replica



Orang Kaya Ini Bingung Bagaimana Menghabiskan Uangnya

Money Amulet



Wanita 47 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur

Glolift

“Korban sempat melawan dengan cara menendang perut pelaku. Namun hal itu justru membuat pelaku semakin marah dan membekap mulut korban, hingga mengalami luka ringan,” sebut Kapolres.

Ini Alasan Pelaku Perkosa Adik Ipar Sendiri

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku pun mengancam korban agar tidak melaporkan perbuatan tersebut kepada yang lain. Jika menolak, anak korban akan dia bunuh.
“Alasan pelaku ke korban melakukan perbuatan tersebut karena ia telah banyak membantu pernikahan adiknya dan korban,” terang Kapolres.
Setelah suami dan ibunya pulang, korban pun menceritakan kejadian yang menimpanya dan melaporkan ke Polsek Rangsang.
Saat ini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ZI telah diamankan di Mapolsek Rangsang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku kami tangkap pada Selasa (3/8/2021) sore, beserta sejumlah barang bukti, Tersangka dijerat Pasal 81 UU No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar ujar AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito.