Terkait Penghinaan dan Pengancaman Fitnah melalui Elektronik

Pekan Depan Sekwan DPRD Riau Diperiksa Penyidik Polda Riau



Forto: Dr. Yudi Krismen.S.H.,MH



Politikriau.com PEKABARU Sekretaris DPRD Riau, Muflihun bakal diperiksa Penyidik Polda Riau pada pekan depan.

Sekwan yang akrab disapa Uun dipanggil terkait penghinaan dan pengancaman fitnah melalui elektronik yang dilayangkan melalui telepon WhatsApp terhadap salah satu wartawan media online di Riau, Rudi Yanto selaku pelapor.

Pasal yang disangkakan dalam kasus ini yakni Pasal 27 Ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 UU ITE, Pasal 310 Jo Pasal  311 Jo Pasal 315 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Seminggu lagi, kita panggil Sekretaris Dewan DPRD Riau Muflihun selaku terlapor," ujar Penyidik Polda Riau, Agus Prasatya, kepada wartawan, Rabu (19/1/2022) ditemui di Mapolda Riau.

Dilansir dari media online, Kuasa hukum pelapor, Yudi Krismen, mengaku optimis kasus yang membelit Sekwan saat ini bakal naik sesuai pasal yang disangkakan yakni Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang ITE dan Pasal 310 UU KUHP.

"Kita yakin unsur pasal 27 ayat 3 UU ITE terpenuhi perbuatan yang dilakukan Sekwan DPRD Riau Muflihun. Karena, kita punya rekaman dia menelpon klien kami di depan umum," terang pengacara yang akrab disapa Dr YK menerangkan, "setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 3 dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)," jelasnya

Dilansir dari  media riau aktual  Kasubag Humas DPRD Riau, Raja Faisal mengatakan, selama ini komunikasi Sekwan sangat baik kepada media, sehingga tidak mungkin rasanya Sekwan melakukan pengancaman kepada wartawan. 

"Kalau ada pengancaman tentu ada bukti, nah buktinya ini kita tidak tahu, Sekwan juga tidak tahu," ujar Faisal, Kamis (20/1/2022). 

Faisal menambahkan, dirinya juga tidak mengetahui ancaman seperti apa yang dilaporkan kepada Sekwan. Karena komunikasi terakhir Sekwan dengan pelapor adalah terkait pelapor yang memasuki ruangan Badan Kehormatan (BK) tanpa izin. (gery)