Penyelenggaraan Pemilu Sangat Potensial Terjadi Berbagai Pelanggaran

Di Rakor Bawaslu Rohul, AKP Buyung Kardinal Didapuk Jadi Narasumber

Wartariaucom  ROKAN HULU-Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan pelanggaran dan penegakan Hukum Pidana Pemilu Tahun 2024, Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Jum'at (11/3/2022)

 

Bertindak sebagai Narasumber, Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, diwakili Kasat Reskrim  AKP Buyung Kardinal SH MH, kegiatan dibuka  Ketua Bawaslu Fajrul Islami Damsir SH MH.

 

Dalam  kesempatan itu, Kasat Reskrim menyampaikan materi tentang potensi terjadinya  tindak Pidana Pemilu, termasuk menyinggung terkait Pemilihan Umum

 

"KPU sebagai penyelenggara Pemilu meminta partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk suksesnya pelaksanaan Pemilu, sehingga  dapat berjalan aman dan lancar," imbuhnya.

 

Kepada Pers Humas Polres Rohul, Kasat Reskrim menyampaikan, dalam penyelenggaraan Pemilu sangat potensial terjadi berbagai pelanggaran.

 

"Termasuk pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara Pemilu, pelanggaran administrasi Pemilu, maupun Tindak Pidana Pemilu," imbuhnya.

 

Selain itu, kata AKP Buyung Kardinal, juga berpotensi terjadi permasalahan lain berupa sengketa, yakni Sengketa Pemilu, Sengketa Tata Usaha Negara Pemilu maupun Perselisihan Hasil Pemilu.

 

Untuk itu, lanjutnya, setiap Peraturan Perundang-undangan yang terkait Pemilu harus tegas mencantumkan adanya larangan dan sanksi terhadap setiap pelanggaran dan mengatur mekanisme hukum acaranya.

 

"Sehingga dapat mewujudkan penyelesaian hukum yang efektif," ungkapnya

 

Kasat Reskrim, juga  menuturkan dalam pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan diperlukan beberapa tahapan agar dapat menentukan ada atau tidaknya peristiwa pidana.

 

"Kemudian  menentukan siapa orang yang bisa ditetapkan menjadi Tersangka dalam suatu perkara pidana, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penetapannya," paparnya

 

"Tahapan-tahapan dalam penyelidikan dimaksud seperti observasi atau pengamatan, interview atau wawancara, surveilance atau pembantuan  atau jajakan serta penggunaan informan," sebutnya.

 

Dia menambahkan salah satu kegiatan yang dilakukan penyidikan untuk menentukan atau menetapkan seseorang yang disangkakan sebagai Tersangka dengan melakukan gelar perkara. 

 

"Gelar perkara itu sendiri merupakan upaya berupa kegiatan penggelaran proses perkara yang dilakukan penyidik dalam  menangani tindak pidana tertentu sebelum diajukan kepada Penuntut Umum," katanya.

 

Terlihat, di kegiatan ini,  peserta yang mengikuti rakor melakukan tanyajawab  dengan Kasat Reskrim Polres Rohul  AKP Buyung Kardinal SH MH

 

Terpantau Kegiatan, dilakukan dengan menerapkan Protokol Kesehatan  (Prokes) untuk pengendalian Covid-19 seperti memakai Masker, menjaga jarak  serta mencuci tangan.



(Humas Polres Rohul)

TERKAIT