'Dilirik' Banyak Negara, Vaksin COVID-19 Dosis Keempat

Mulai 'Dilirik' Banyak Negara, Begini Efek Vaksin COVID-19 Dosis Keempat

Efek vaksin COVID-19 dosis keempat. (Foto: AP/Tsafrir Abayov)

PolitikRiau.com

Jakarta - Belakangan heboh wacana vaksinasi COVID-19 dosis keempat atau sering disebut sebagai booster kedua. Beberapa negara di dunia juga sudah memulai pemberian vaksin booster kedua ini pada warganya, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia.
Pemberian vaksin dosis keempat bertujuan untuk mengatasi kekebalan dari vaksinasi yang semakin berkurang. Salah satu jenis vaksin COVID-19 yang sudah diuji dan bisa diberikan sebagai booster kedua adalah Pfizer.

Berdasarkan studi di Israel, orang yang divaksinasi dosis keempat ini memiliki jumlah antibodi yang meningkat lima kali lipat. Perdana Menteri Israel Naftali Bennet mengatakan pemberian dosis keempat bisa mencegah keparahan akibat COVID-19.

"Kita tahu bahwa seminggu setelah pemberian dosis keempat, kita melihat peningkatan lima kali lipat dalam jumlah antibodi pada orang yang divaksinasi," kata Naftali Bennet yang dikutip dari Express UK, Rabu (30/3/2022).

"Ini kemungkinan besar berarti peningkatan yang signifikan terhadap infeksi dan rawat inap dan gejala parah," lanjutnya.

Selain efektivitas, penelitian yang dirilis pada Januari 2022 tersebut juga menguraikan beberapa efek samping vaksin Pfizer yang mungkin bisa muncul. Efek sampingnya masih tergolong ringan.

Uji coba itu dilakukan di Pusat Medis Sheba pada bulan Januari dan diberikan pada 150 tenaga medis. Hasilnya, tidak ada efek samping yang berbeda antara pemberian vaksin dosis ketiga dan keempat.

Efek samping yang muncul termasuk rasa sakit, demam, dan sakit kepala. Para ilmuwan menekankan bahwa efek samping tersebut merupakan indikasi dari sistem kekebalan yang merespons suntikan vaksin yang masuk ke dalam tubuh.

Penelitian lain yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine juga menguraikan kemanjuran dari vaksin dosis keempat ini. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa dosis keempat tidak menyebabkan efek samping yang substansial, meskipun memicu gejala sistemik dan lokal ringan di sebagian besar penerima vaksin.

"Kohort kami terlalu kecil untuk memungkinkan penentuan kemanjuran vaksin yang akurat. Namun, dalam interval kepercayaan yang luas dari perkiraan kami, kemanjuran vaksin (dosis empat) terhadap penyakit simtomatik paling banyak 65 persen," beber laporan tersebut.
detik.com

TERKAIT