Achmad Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Objek Wisata Air Panas Pawan

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. Achmad, M.Si saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yang berlangsung di Objek Wisata Air Panas Pawan, Rambah Tengah, Rambah, Rokan Hulu beberapa waktu lalu.

PASIR PENGARAIAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, DR. H. Achmad, M.Si gelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yang berlangsung di Objek Wisata Air Panas Pawan, Rambah Tengah, Rambah, Rokan Hulu beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan sosialisasi ini adalah amanat Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal 15 ayat 1.

Dikatakan, sosialisasi ini dinilai sangat penting untuk dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Republik Indonesia. Sehingga nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat dapat tertanam dengan baik.

Empat pilar yang dimaksud ialah bagaimana memahami pancasila, memahami Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memahami dengan baik Bhinneka Tunggal Ika.

"Empat pilar ini adalah satu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan bersatu," ujar Achmad.

Ditambahkan, dengan mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, diharapkan peserta dapat memahami dan mengerti apa yang disampaikan. Sehingga, mampu pula menjelaskan dan menanamkam Empat Pilar Kebangsaan ini sejak dini, minimal di lingkungan masyarakat terdekatnya.

"Menanamkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.

Diakui, banyak sekarang yang merongrong empat pilar ini seperti gerakan-gerakan radikal, deklarasi sekelompok orang yang ingin memisahkan dri dengan NKRI serta paham-paham yang tidak sesuai dengan ideologi pancasila.

"Sekarang kita melihat banyak bibit-bibit komunis muncul yang ingin memasukan paham komunis kedalam NKRI ," ujarnya.

"Maka perlu kita mensosialisasikan empat pilar kebangsaan ini, karena jika kita tidak berhati-hati paham ini akan masuk ke generasi penerus kita seperti anak dan kemenakan kita dan ini tentu berbahaya ," ujarnya. (rls)

TERKAIT